Ketika SMU laen di ambil gambar nya oleh televisi lokal dan nasional karena prestasi kelulusan siswanya, atau karena segala hal yg berhubungan dengan kelulusan siswa. SMU nya sodaraku terkenal krn ada geng NERO (katanya: NEko-neko dikeROyok). Dah berasa jadi jagoan kali yah, hehe.
Dari interview dadakan kepada yg bersangkutan (baca: sodaraku), selama dia sekolah gak ada berita ttg itu semua. Tapi nama nya anak sekolah, wajar lah klo punya temen maen sendiri (baca: bisa disebut GENG lah).
NERO bagiku adalah suatu akumulasi dari semua kegagalan. Kegagalan pihak sekolah, kegagalan pihak orang tua, kegagalan penyaringan informasi, kegagalan memilih pergaulan, dan laen2.
Tapi disini kegagalan pergaulan sepertinya emang jd yg utama. Pergaulan terbentuk dari pemilihan temen. Anak sekolah (seumuran SMP) akan lebih labil dalam pencarian jati diri, di masa-masa itu biasanya keinginan mencoba hal-hal baru lebih menggebu-gebu. Salah pilih temen pun, hasilnya bisa merubah kepribadian seorang anak. Dan klo udah gtu, ucapan orang tua atau guru hanya akan jadi angin lalu.
Solusi nya agak membingungkan, karena semua itu hanya akan balik ke keluarga. Dan terbukti, kekerasan dibalas kekerasan hasil nya nol. Lalu,pendekatan yg seperti apa lagi yg bener. Ngga tau.
Kedekatan anak sama orang tua agaknya emang bikin semuanya terkendali. Seenggaknya itulah dulu yang aku alami. Agak nakal emang, tapi orang tua tau semua kelakuanku, jadi bener-bener terbuka satu sama lain (ralat: aku ngga nakal-nakal banget, beneran deh).
Anak-anak dari geng nero, mungkin bukan putri dari orang tua yg sibuk berkarier. Mungkin mereka anak petani (yang menghabiskan kariernya di sawah), atau mungkin tipe keluarga dr pekerja kasar, yang memang tak punya waktu buat sekedar curhat-curhat an sama anak. Seengganya ini yg terlihat dari sekeliling warga di sana (Pati).
Tapi coba menengok tayangan televisi, kehidupan anak-anak "kota", sepertinya wajar wajar saja saling menampar dalam memperebutkan sesuatu (paling banyak sih rebutan cowok, wii). Ini bukan contoh yang bener, harusnya klo ada tayangan itu dirumah, musti ada warning, semacam warning gempa bumi gtu. Jadi keluarnya pas persis akan ada tayangan berbau kekerasan.
Misal :
Tiiiiiiiiiiit.."INGAT..!! Perbuatan yang akan Anda saksikan, jangan Anda Lakukan Dirumah. Karena perbuatan yang akan Anda saksikan ini, dilakukan oleh pelaku yang PROFESIONAL" (ya iyyalah artis kn dibayar).
Atau bisa seperti ini,
"PERBUATAN INI REKAYASA, JANGAN DI"TELAN" MENTAH-MENTAH".
-- kelulusan SMU nya gimana yah --