Uji Coba kemarin, PSIS lawan Sriwijaya FC di stadion Jatidiri. Awalnya kaget juga, pas siang nonton ANTV, ternyata ada iklan yg akan menanyangkan pertandingan langsung dari Jatidiri. Soalnya ngga ada ujan dan ngga ada angin. Untungnya ada penjual stiker PSIS yang mampir ke rumah, sekalian ajah di wawancara, ditanyain bla bla bla (sukarela beli stiker, bayar 2000 rupiah)..
Seingetku emang mo ada acara begituan (baca: uji coba), tapi gagal, alias ga jd, krn bertepatan dengan Pilgub Jateng. Takutnya entar bikin rusuh, ehh ternyata jadi diadain. Dengan catatan, sepi penonton. Jadi dilarang nonton langsung disono (baca: jatidiri).
Uji coba itu juga dihadiri Ketua Umum PSIS, pak Sukawi Sutarip, yang secara kebetulan sekali banget, ikut mencalonkan diri di ajang Pilgub Jateng, bersama pasangan nya........lupa.
Disana, beliau ngga biasanya ikutan briefing di pinggir lapangan, ehh ini ikutan. Ngga biasanya ikutan salaman sama pemaen kedua tim, ini ikut salaman. Ngga biasanya di wawancarai sama reporter TV, ini diwawancarai. Tapi wawancaranya emang penting sih, krn mbahas kepelitan pemerintah dalam pengucuran dana. Dan saya bs terima alesan-alesan nya. Its OK. Asal dana yg tak terkucur itu tak mengucur ke kantong yg tak berhak (hmhhhh).
PSIS dengan pemain2 yang rata-rata baru, agaknya ngga canggung ketemu sama tim yang dalam sejarah persepakbolaan Indonesia, berhasil mempersatukan gelar Liga dan Copa (hebat ngga tuh). Dengan permainan yg kompak PSIS bisa menang 3-0 di babak awal. Tapi akhirnya disusul oleh Sriwijaya FC dengan 2 gol. Skor akhir 3-2 menang kita (ehh mksdnya PSIS). Tadinya kupikir PSIS akan kalah telak, tapi ternyata Sriwijaya FC ngentengin kita (ehh mksdnya PSIS, hee..), siapa suruh yah..
Ada muka-muka baru (seenggaknya ini yg kuliat, secara kn aku orang baru). Ada Sapto, ada Sukamto, ada Prananda, ada Zaini, dan ada Solomon, dan beberapa pemain asing dan pemain lokal lain. Yang masih bertahan dari formasi PSIS di masa jaya tinggal beberapa, seperti Rumba, Murod, Idrus Gunawan, siapa lagi yahh.........lupa.
Kehilangan bintang-bintang lama, ngga bikin minder (semoga). Maman, Memed (M.Ridwan), IKP (Komang), dan laen2 udh ketemu pujaan hati yg laen, gpp. Moga uji coba ini bikin PSIS bangkit, entah itu di ajang superliga, ato di divisi utama. Sekalipun keterbatasan pemain dan dana akan jadi kendala (terus), tapi seenggaknya PSIS tetap tim besar. Ya too..
Ada muka-muka baru (seenggaknya ini yg kuliat, secara kn aku orang baru). Ada Sapto, ada Sukamto, ada Prananda, ada Zaini, dan ada Solomon, dan beberapa pemain asing dan pemain lokal lain. Yang masih bertahan dari formasi PSIS di masa jaya tinggal beberapa, seperti Rumba, Murod, Idrus Gunawan, siapa lagi yahh.........lupa.
Emang seharusnya gini. Banyak pemain lokalnya. Buruknya sistem kompetisi kita. Pemain-pemain bagus dari tim yang gak lolos Superliga diembat tim yang lolos. Hasilnya, ya yang main ya pemain yang itu-itu saja. Kalo gini benernya dari awal nggak usah bikin klub banyak-banyak. Kayak Voly proliga atau IBL yang anggota segitu-gitu aja. Wong yang main juga cuma yang itu-itu aja kok...
@ semarangkatropolitan Eh iya Sukawi-Sudarto, tetanggaan berarti nyoblos mereka dung nih.. ;;) Iya yah mas, pemaen lokal buktinya mampu bersaing dengan pemaen asing dan tim besar. Karena emang yg paling penting tuh mengolah mental itu. Klo gini kan misal entar timnas butuh, tinggal comot, ngga bingung-bingung..
@ mas ku Yahh malah balik ditagih nih.. *bete ahh*
@ dhimaz22 Iyups, hehehehe...
@ jeng Ay HIDUP..!!! Ayo ayo..belajar lagi ngapalin satu2.. hihihihi..
@ mas Aris Walah Arema ikk, ngga takut, kapan yahh... :-?? Ketemu di superliga ae, hehe.. Soalnya PSIS LOLOS.. :D