Ternyata buka "topeng" ngga bisa sembarangan. Contoh aja di kantor perbankan, kata-kata yang kutulis dan kujadikan judul diatas adalah sesuatu yang penting. Dan diatas semua itu, ternyata menjadi pegawai bank ngga bisa cuma jaim saat di dalam kantor atau di jam kerja. Tapi juga ketika keluar kemanapun, dan diluar jam kantor.
Seenggak nya identitas itu akan kebawa terus, sekalipun udh keluar dari lingkungan pekerjaan.
Yaa mungkin ini hanya akan buat seseorang yg kerja di bidang jasa, entah itu jasa perbankan, telekomunikasi, atau jasa apapun. Yang memungkinkan ketemu banyak orang dengan bermacam-macam karekter. Dan ngga setiap bagian di dalam perusahaan jasa loh, ini hanya akan diberlakukan buat mereka yang ada di frontliner, frontoffice, customer service, juga customer support (yang ketemu pelanggan nya).
Dan jaim adalah bukan pekerjaan mudah, ngga kebayang saat secara ngga sengaja, melakukan sesuatu yang memalukan di depan umum, dan ada yg kenal sama kita. Huhh..jatoh deh martabat nya, ngga cuma martabat kita, tapi juga martabat perusahaan. Perusahaan lama-lama jadi keluarga sndri, yang secara ngga langsung menempel sebagai embel-embel di belakang nama panggilan kita.
Misal aja kerja di bank BCA (ini cuma contoh), maka jangan kaget klo tiba-tiba disapa,
"
Ehh mbak nya BCA..", (sejak kapan BCA punya mbak, hahaha..)
-- sharing ajah ahh --