Di teve, mo lokal mo nasional, banyak banget info tentang pilgub yang mo berlangsung. Salah satunya di propinsi ku, Jawa Tengah. Saat ini adalah masa kampanye, artinya setiap cagub cawagub dilegalkan "menjual diri". Visi dan misi dimana-mana, foto calon dimana-mana, selebaran dimana-mana.
Dan dari semua model kampanye itu, ada juga yang bagi segala hal, mulai dari bagi-bagi sembako gratis, uang tunjangan, bagi-bagi makanan gratis, sampe nasi kotak yang ada di sela-sela acara kampanye. Ohh iya, satu lagi, ada juga hiburan gratis yang bisa ditonton rakyat, yang hanya bermodalkan kaos bergambar pasangan calon, atau partai pendukung pasangan calon.
Hal-hal itu membuat masyarakat terbuai, rasanya pengen "nyoblos" (saat pilgub nanti) orang yg udh ngasih kebaikan.
Enak kali yah, klo kampanye di agendakan secara rutin setiap hari dalam setiap tahun, artinya selamanya dan seterusnya, hihihihi.. Tekor-tekor deh tim sukses nya, rakyat kecil mah enak-enak ajah. Setiap ada kunjungan ke pasar, maka dagangan nya akan dihargai oleh yang mengunjungi, dan ditukoni (=dibeli=), hihhihi..mremo ae kang (=dimahalin aja kang=).
Kampanye malah keliatan seperti ajang "menjilat" bagi para calon, terhadap pemilih. Siapa yang sukses dalam "menjilat", maka akan banyak dukungan. Kenapa ini hanya dilakukan saat kampanye, apakah sehari-hari mereka lupa, bahwa mereka juga bekerja buat rakyat. Ahh..sepertinya mereka pingsan saat sudah berada diatas sana, pelupa akut (dan tak ada obatnya).