Pengen sharing cerita tentang weekend kmrn ma keluarga..
Keluarga ku ke Wana Wisata Gonoharjo. Ngga jauh dari obyek wisata yang paling banyak dikunjungi di tempat itu, yaitu Pemandian Air Panas Citra Asri Ngelimut Gonoharjo, wana wisata ini menampilkan keelokan hutan lindungnya. Dari Citra Asri (sepertinya) hanya berjarak beberapa ratus meter.
Perawatannya memang tak begitu sempurna, hal itu keliatan dari kotornya sepanjang jalanan yang dilalui pengunjung. Tapi klo diliat, banyak juga tong sampah yang disediakan oleh pengelola. Trus siapa yang salah yahh...
(Hmmh..sepertinya masyarakat kita musti di plonco untuk urusan buang sampah beginian)
Untuk akses ke jalan masuk memang sangat memadai, di sepanjang jalan setapak, banyak terdapat lampu2 penerangan. Ini artinya tempat ini buka sampai malam, menurut cerita penduduk setempat, jika malam terkadang ada banyak pengunjung, terutama di malam2 tertentu, sekedar untuk bermeditasi ato acara "laku". Untuk yang satu ini terserah bagaimana setiap pribadi menyikapinya.
Jalan setapak terawat. Jika jalan mendatar menggunakan paving, jika menanjak menggunakan anak tangga, atau menggunakan bongkahan batu2. Tapi sayangnya akses menuju air terjun, masih menggunakan jalan setapak dari tanah dan batu biasa. Mungkin baru bisa ditempuh jika cuaca mendukung, atau bisa saja untuk beberapa orang yang suka dengan hiking.
Tempat ini cocok buat Anda yang masih muda atau berjiwa muda. Karena kalo untuk bapak-bapak atau ibu-ibu yang sudah agak sakit-sakitan, medan nya lumayan berat.
Pas ngobrol sama ibu penjual di sekitar kawasan itu, sambil menikmati teh anget, si ibu bilang.. klo di hutan lindung itu, polisi hutannya tegas. Jangankan penebangan pohon liar, pohon yang tumbang karena alam pun, masih tak boleh disentuh, hingga membusuk dstu dan jadi pupuk lagi buat dstu. Tapi pengecualian buat penduduk setempat yang mau menggunakan kayu atau ranting dari pohon tumbang itu untuk kepentingan memasak (dgn kayu bakar), itu diperbolehkan. Jadi nggak akan mungkin ada kayu setempat, yang berada di kawasan hutan lindung itu, di gunakan sebagai perabotan.
Semoga saja cerita di bait atas ini benar adanya. Dan bukan hanya isapan jempol. Dan berharap saja, semoga hutan di negeri tercinta ini juga dilindungi sedemikian tegas dan ketat nya. Berharap saja.....
Nama obyek wisata, di depan
Tempat pembelian tiket 3 Comments
Pintu masuk dari arah parkiran
Sungai yang melalui kawasan wana wisata 2 Comments
Kios souvenir (sayangnya sedang tutup)
Hujan di tengah perjalanan (untung sedia payung) 4 Comments
@ daffari Hee iya nih..ngga bisa ngajak.. Kapan2 yahh.. ^_^
@ tomgoel Betul mas.. rasanya beda aja gtu, berasa segeran..
@ erryocha Jangan baca aja klo gtu, hee.. (ngga nanggung klo bikin penasaran yahh..) :D
@ indrapurnama Klo dari semarang, sebelum boja mas. Gonoharjo itu, klo dr jalan utama, belok nya ke kiri. Deketan ma kampung sekatul Kendal. Tapi beda belokan. Disana ada banyak plang nama sebagai petunjuk jalan.. Jadi lumayan gampang.. Soal alamat jelasnya.. aku kurang tau nih..
iyah mba, ak tulen gonoharjo, tapi dah brp tahun ini ak lom pulang kangen banget ma kampung. postingan abyek wana wisata ini jadi penghibur ku mba makasih, hehehe
Kalo inget Nglimut-Gonoharjo-Boja ini langsung inget waktu jaman SMP kls 2 -SMA kls 1 dulu..
Hampir dipastikan tiap kali liburan akoe ma temen2 selalu kemah disitu, sempat beberapa kali kemah bareng ma Si Kemen (Kumpulan pemburu tjeleng-babi hutan)..Nyampe Ibu penjaganya kenal ma rombongan kita..
Suka treveling non? mm.... Aku pernah ke t4 ne..Terakhir aku ke Nglimut Jalanya juee..lek,trus pemandian air panasnya terkesan seadanya n ga terawat. Harusnya ada kolamnya juga.. pi bukan aer isinya,tapi daun kering. Kapan terakhir ke nglimut,n sekarang gimana keadanya non? Akankah sudah ada perbaikan to.... lebih parah.
@ ghostone Seneng liat-liat sih. Tergantung Nglimut yg mana mas, klo yg wana wisata, emang aga ngga terawat. Nah klo yg Citra Asri terawat, tapi kebanyakan buatan, ngga alami..