::: julianawa.multiply.com :::

ReviewReviewReviewReviewNafsul MuthmainnahJan 21, '08 9:21 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Anfika Noer
Buku yang bagus. Saat beli dari toko buku kecil, diantara pondok2 pesantren disebuah pedesaan yang jauh. Buku ini tidak perlu lama untuk kuambil dan kumiliki. Ternyata buku ini sudah lama terbit (pertengahan tahun lalu). Tapi yaa..mungkin baru sekarang aku dipertemukan dengannya.

Bagi saya, cerita dalam buku ini sebenarnya klise, karena hanya menceritakan dua orang muda mudi yang (sepertinya) jatuh hati. Tapi belom mampu berterus terang satu sama lain. Klo yang diceritakan adalah anak muda jaman sekarang, mungkin mereka ngga akan perlu bingung, langsung tembak saja, dan berpacaran, mudah bukan. Urusan cocok atau tidak, itu masalah belakangan, semua itu kan berproses.

Tapi, cerita dalam buku ini akan berubah menjadi seru, ketika ternyata yg jatuh dan mencinta adalah dua orang aktifis muslim, Hasbi dan Yumna. Mereka bersikeras tidak ingin mempermainkan hati. Mereka merasa belum ingin menikah, merasa belom siap, karena alasan2 seperti tradisi, dan ekonomi. Untuk itu, mereka membuang jauh2 semua permasalahan hati.

Banyak orang datang dan pergi dalam hidup mereka. Sebisa mungkin mereka menganggap semua itu adalah jalinan ukhuwah yang harus terus terjalin. Jalinan ukhuwah antara ikhwan dan akhwat yang terlalu sering terjadi itulah yang akhirnya menimbulkan sebuah permasalahan hati.

Disini (dalam buku ini) kita akan belajar untuk mengendalikan diri, mengendalikan hati. Mencoba tetap tenang dalam gempuran permasalahan hati. Jatuh cinta adalah milik semua orang, tidak terkecuali milik seorang aktifis muslim.

Endingnya mungkin akan terbaca, tapi bagaimana ending itu terjadi, itulah yang menjadi pertanyaan.
Ini sinopsis yang tertulis dibagian belakang buku,

----------
"Menjaga hati itu tak mudah, sungguh, kalaupun aku bisa, belum tentu dengan dia. Kalaupun kami begitu percaya diri untuk mampu, bukankah masih ada orang lain dengan prasangkanya?

Ingin kukatakaan pada semua orang bahwa 'tak ada apa pun antara kami'.
Tapi bisakah mulut bicara demikian, bila hati berkata lain?
Lalu, siapa yang mampu menjamin bisa menjaga hati banyak orang?

Ya begitulah rahasia cinta dan hati.
Sungguh, seringkali kita kolaps bukan karena sakit, bukan karena miskin, tapi karena sesuatu yang besar telah terjadi pada lautan hati kita..."

Mengertikah bahwa hati adalah penawar?
Jika ia teracuni, tidakkah tubuhmu telah terancam?
Jagalah ia
Sekiranya, hal itu tak mudah
----------

Selamat membaca (kalo bukunya masih ada, hee..)


Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help