Sebuah buku yang akan membuat mata terbuka. Dengan segala kehidupan keluarga kerajaan Arab Saudi yang benar2 dibicarakan secara terbuka disini.
Keluarga kerajaan secara kasat mata, bisa dipastikan hidup dalam segala kemewahan. Lengkap dengan perhiasan cantik, istana megah, para pembantu, para sopir, dan tentu saja pengawal. Tapi mereka tidak pernah punya kebebasan dalam pendidikan dan dalam menentukan nasib mereka sendiri. Semuanya tergantung pada para lelaki yang ada di dalam keluarga, Ayah, saudara laki2, dan suami.
Disini kita akan disodorkan banyak sekali masalah yang hadir disana, berkaitan dengan perempuan Arab Saudi. Termasuk juga didalamnya, pemikiran2 laki2 Arab, yang selalu mengembalikan dasar perlakuannya terhadap perempuan kepada Agama, kepada teladan Nabi Muhammad SAW. Bahkan secara terbuka didalam buku itu juga menyampaikan kehidupan seksual lelaki2 Arab Saudi. Banyak hal yang mengejutkan disana, dibalik istana2 megah, para keluarga kerajaan.
Putri Sulatana akan diceritakan sebagai wanita yang sejak kecilnya telah merasa kan adanya perbedan perlakuan antara dirinya yg dilahirkan sebagai wanita, dengan saudaranya Faruq yang terlahir sebagai anak laki2 dalam keluarga. Perbedaan dalam perlakuan itu tidak hanya berhenti di masa kecil saja. Bahkan sampai dewasa, sampai dia akhirnya menjadi seorang wanita seutuhnya, dan tentu saja saat dia menikah dengan laki2 pilihan Ayah nya.
Seiring kehidupan yang menurut sang putri tak sesuai itu lah, akhirnya dia sedikit2 demi sedikit melakukan kenakalan dan pemberontakan. Sampai akhirnya dia menyadari bahwa tali kekangan itu sama sekali tak mudah untuk dilepaskan, sekalipun akhirnya dia mampu bersekolah filsafat hingga S2.
Awal membaca buku ini, akan terasa agak membosankan. Karena kita akan seperti disodori sebuah buku sejarah tentang asal usul keluarga kerjaan. Dan bahkan setiap ada gejolak politik dalam negara tersebut masuk dalam penceritaan buku itu. Secara keseluruhan, buku itu memberikan banyak inspirasi bagi para perempuan untuk menunjukkan diri, untuk menyetarakan dengan laki2, untuk mengenyahkan penindasan terhadap kaum hawa, dan memastikan bahwa wanita punya hak dalam pendidikan yang sama dengan laki2.
NB : Sudah beredar buku kedua dan ketiga nya, Princess Sultana's Daughter dan Princess Sultana's Circle.
buku ini membuka mata lebar2 pada dunia Islam, bahwa yang terjadi di Arab Saudi terjadi pengekangan terhadap peran perempuan. Padahal ajaran Islam mengharuskan posisi perempuan dan laki-laki sama, termasuk pendidikan. Kayaknya nasib perempuan di negeri kita lebih mendingan daripada Arab Saudi.
buku ini membuka mata lebar2 pada dunia Islam, bahwa yang terjadi di Arab Saudi terjadi pengekangan terhadap peran perempuan. Padahal ajaran Islam mengharuskan posisi perempuan dan laki-laki sama, termasuk pendidikan. Kayaknya nasib perempuan di negeri kita lebih mendingan daripada Arab Saudi.
Bener banget. Aku bersyukur dilahirkan sebagai anak perempuan di Indonesia.. :)