Satu film dengan banyak cerita cinta. Cinta yg universal dihadirkan disini. Cinta dalam bentuk banyak hal, cinta yang memberi, cinta yang menerima, cinta yang mengerti, cinta yang sempurna (bukan punya peterpan).
Gambarnya bagus, seperti yang biasa tersaji dari film2 atau drama korea (ngga tau deh apa namanya yg bgtuan). Di beberapa film, gambar seperti itu telah tersaji, baik di film heart, kangen, cinta pertama, butterfly..(yaa memang ceritanya hampir sama, cinta2 an anak muda).
Awal film, akan disuguhi anak kecil yang sedang bermain di sawah. Si anak laki-laki, memberikan sebuah gelang kepada si anak perempuan, dan mereka berpisah..sepertinya klise, tapi disitulah film ini dimulai. Agaknya, itu yang membuat aku malas ketinggalan masuk bioskop, karena sama sekali tidak suka ketinggalan awal film. Makanya mendingan delosoran di karpet 21, ato berdiri agak pegal.
Film akan bercerita tentang banyak pasangan. Ada Pak Guru Nugroho yang sakit alzheimer (kayak di film 50 first date), yang akhirnya setelah masa tua nya bertemu dengan sosok Ibu Lestari yang baik, dan mau menerimanya apa adanya. Dan bersedia menemani pak Guru, melalui hari yang indah bersama, dan dengan rutinitas yang sama pula.
Kemudian, ada cerita tentang kehidupan berumah tangga yang memiliki seorang anak autis, yang nantinya mereka memilih untuk berpisah. Bukan karena orang ketiga, bukan pula karena anaknya, tapi lebih karena untuk mendapat kebahagiaan masing2, dan untuk itu pilihan terbaiknya adalah berpisah. Yang perlu digaris bawahi adalah, anak tak menjadi korban dr perpisahan itu. Karena Ayah dan Ibunya masih bisa membagi sayang. Walaupun itu tak sempurna.
Lain cerita akan bertemu dengan Tere Wijaya, yang pada peluncuran bukunya, sampai pada sebuah toko buku yang dijaga oleh seseorang yang akhirnya merekapun dekat satu sama lain. Dan kemudian Tere lah yang menyadarkan kepada si penjaga toko buku itu, bahwa memasuki dunia baru dan membuka hati, adalah bukan sesuatu hal yang perlu ditakutkan.
Iin, gadis kabumi (Sukabumi), yang datang ke Jakarta mencari kekasihnya yang hilang. Akan bertemu dan ternyata jatuh dan mencinta pada seorang pegawai percetakan, yang memiliki masa lalu yang sama2 merasa dibodohi oleh cinta.
Terakhir kisah cinta Dinda, yang diakhir film diketahui memiliki penyakit berat, dan meninggal karenanya. Ia dicintai oleh seorang laki2 yang hanya bertemu di terminal busway saja. Dan cintapun terjalin dstu, tak perduli sebagaimana sakitnya kehilangan nanti. Si laki2 memberikan banyak sekali kejutan, penuh dengan gejolak masa mudanya. Dia memberi mawar kuning pada dinda, cara ini bisa jadi contoh untuk memberikan kejutan pada pasangan. So sweet lah, hehe..
Akting semua pemain tidak perlu diragukan. terutama akting sophan sophian dan widyawati. Kematangan mereka tak perlu disangsikan. Akting mereka begitu natural. Selanjutnya, film ini patut mendapat apresiasi. Tapi kembali lagi pada penikmat tontonan ini, silahkan jika mau menonton..
katanya ada adegan aksi tangan irwansyah ke bella, beneran ada??
Ohh.. mungkin yg dimaksud saat Bella, menunjukkan penyakitnya ke Irwansyah.. Itu beneran ada mbak, kebetulan Bella diceritakan sakit kanker payudara. Tapi adegannya sama sekali ngga bikin syur kok. Tergantung pemikiran org sih..
ini mirip 'love actually' ya mba...?? sama...ada 5 pasangan juga...!!!
Yup, bener banget mas. Awal2 lihat sinopsisnya emang yang terpikir langsung film itu.. Apalagi kmrn LOVE ACTUALLY sempet diputer di TV Swasta (menyambut valentine)..
Aku kasih commentnya dari sisi caramu bertutur.... Sudah bagus cara bertuturmu.... suatu saat bila ada lomba mendongeng... ikutan ya..Jul....!!! Sukses...!!!
Aku kasih commentnya dari sisi caramu bertutur.... Sudah bagus cara bertuturmu.... suatu saat bila ada lomba mendongeng... ikutan ya..Jul....!!! Sukses...!!!
Wahh.. makasih mas.. Ini juga masih belajar kok. Learning by doing aja. Mungkin bukan lomba mendongeng kali yah, krn kadang masih takut klo didepan org banyak. Gimana klo lomba menulis aja, hee.. Masih musti banyak belajar lagi deh..