::: julianawa.multiply.com :::

ReviewReviewReviewA Cinderella StoryMay 22, '08 6:13 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Romantic Comedy
Tgl 21 Mei '08 kmrn, awalnya nonton timnas yang kalah 0-3 (huhhh.. sebel deh..). Dah gtu emang males ngeliat tempo nya yang super duper lambat. Berasa di nina bobok in, sedangkan yg ditonton tuh SEPAKBOLA, hmmhhhhh..

Trus nyasar ke Trans7, ehh ada film bagus, A Cinderella Story (ACS). Film lama sih, dulu jg pernah nonton vcd nya, duluuuu banget. Jalan ceritanya biasa, endingnya ketebak banget. Secara film itu emang mengadopsi kisah aslinya Cinderella dan Sepatu kaca.

Di film ini, secara garis besar nya sama persis. Sam (Hillary Duff), gadis malang yg hidup bersama ibu tiri nya Fiona dan saudara-saudara tiri nya. Sam berharap masuk Princeton University, dan karena cita-cita nya itulah, bikin dia ngga pernah protes dengan perlakuan ibu dan saudara-saudara tiri nya. Sampai akhirnya dia menemukan Nomad (salah satu id di situs pertemanan). Mereka sering chating, saling kirim email, sms an. Dan merekapun menemukan siapa diri mereka.

Dalam kehidupan Nomad, yang bernama asli Austin Ames (Chad Michael Murray) "diarahkan" (kata halus dari dipaksa) Ayahnya melanjutkan kuliah di USC untuk mengejar karier baseball nya. Padahal dalam dirinya, dia adahal penulis, yang ingin masuk dan kuliah di Princeton University. Tapi dia ngga pernah punya keberanian untuk mengajukan pilihannya ke Ayah nya.

Hmmmhhhhh.. Dua orang anak muda yang sulit menentukan pilihan rupanya...

Suatu kali, mereka sepakat buat ketemu. Di tengah lantai dansa di sebuah pesta Halloween sekolah. Segala halangan rintangan dilalui Sam, tapi akhirnya dia tetep bisa berangkat ke pesta itu, dengan baju pinjeman rekan kerja nya dan topeng dr sebuah tempat sewa kostum. Dan seperti biasa, dia tampil cantik, dia menjadi yg tercantik malam itu. Dan ketebak, mereka berdansa sampe tengah malam. Alarm HP Sam berbunyi, dan Sam harus kembali ke kehidupannya sebagai pelayan di sebuah kedai, tanpa memberitahukan ke Nomad bahwa dia adalah Sam. Di film yg jatuh sepatu, di ACS ini, yang jatuh HP.

Sam menyadari bahwa Nomad nya adalah bukan laki-laki biasa. Dia Austin Ames, kapten baseball, ketua OSIS sekolah, dan dia adalah murid laki-laki paling tenar seantero sekolah. Sedangkan dilain pihak, Austin Ames berharap menemukan cinderella tanpa topeng. Dan bla bla bla bla terjadi. Hingga suatu saat saudara tiri Sam, menguak kebenaran ke mantan pacar Austin Ames, yang kemudian membuat rencana untuk mempermalukan Sam di depan umum. Dan, berhasil.

Sam malu, terpuruk. Tapi seperti film pada umumnya, si tokoh utama pun bangkit. Dia disadarkan oleh Rhonda, sahabatnya ttg kehidupan, akhirnya dia memutuskan utk pergi dari kedai, yg kmd diikuti semua pegawai lain. Dia meninggalkan keluarga tirinya. Tanpa uang untuk kuliah dan tanpa tempat tinggal (akhirnya dia tinggal bersama Rhonda, sahabatnya di kedai). Dan di hari yang sama, dia menemui Austin yang bersiap untuk pertandingan besar. Sejak Sam dipermalukan, mereka semakin jauh dan jauh. Saat menemui Austin, Sam mengungkapkan rasa kasihannya pada nya, krn tak pernah punya keberanian untuk jujur mengungkapkan keinginannya.

Malam itu Austin tetap memasuki lapangan. Ayahnya berharap Austin menang, krn dipinggir lapangan ada perwakilan dari USC yang akan melihat kemampuan Austin. Dan ini adalah saat yg sangat menentukan bagi karier baseball Austin. Tapi di menit-menit terakhir Austin berubah pikiran. Meninggalkan lapangan. Dan menemui Sam, yang ternyata adalah gadis yg dipilihnya.

Akhir yang bahagia tak sampai disini lohh.. Diantara tebalnya buku masa kanak-kanak Sam, ternyata ada sebuah surat Wasiat dr ayah Sam, yang menyatakan bahwa semua kekayaan yg mereka miliki adalah hanya milik Sam. Ibu dan saudara-saudara tirinya tak bisa mengelak, karena disana ada tandatangan Fiona sbg saksi.

Dan ending yang pasti udah ketebak sejak awal.

Mereka bahagia selama-lama nya... ^-^




NB : Panjang yahh, padahal review nya gtu2 ajah.. :D


14 Comments
ugroseno wrote on May 22
aku juga nonton kok Jul......pagi Jul, pa kabar????
julianawa wrote on May 22
aku juga nonton kok Jul......pagi Jul, pa kabar????
Iyah.. Pagi juga.. kabar baik..
sugadiawara wrote on May 22
Tgl 21 Mei '08 kmrn, awalnya nonton timnas yang kalah 0-3
untung gak jadi nonton bola...:)
cinderela itu apana cindelaras yah?
didinana wrote on May 22
dari bola ke film hahaha jauuh ya
julianawa wrote on May 22
untung gak jadi nonton bola...:)
cinderela itu apana cindelaras yah?
Ohh.. Apa yah mas.. Kurang tau juga, mungkin sodara beda ibu beda bapak..
julianawa wrote on May 22
dari bola ke film hahaha jauuh ya
Yuhuu.. Iyah mba.. Bis dongkol ma timnas c..
puisicintahariini wrote on May 23
bawang merah dan bawang putih story....
julianawa wrote on May 23
bawang merah dan bawang putih story....
Atau kisah klenting kuning dan ande-ande lumut yahh.. Emang mirip-mirip sih yahh.. ^-^
arisnugrohoyulianto wrote on May 23
ini emang film yang renyah kok, kemaren sempat aku tonton bareng istri di DVD. sebenarnya ceritanya sederhana aja, tapi.., itulah hebatnya hollywood mengemasnya jd enak ditonton. ringan dan segar. film indo ada beberapa yang hampir sempurna mengadopsi gaya hollywood seperti AADC, Nagabonar jd 2 dan jaelangkung 1. Dan kemudian hadir AAC yang malah sedemikian sempurna mengadopsi gaya film hollywood disamping memang krn ceritanya sendiri sudah kuat. Tapi emang dasar bangsa kita, kalo ada yang maju satu, rame2 ditimpukin supaya jatuh lagi...kapan mau maju??? yang aku maksud bukan kritik tapi celaan tanpa alasan dan terasa mengada2, tanpa sedikitpun melihat sisi baiknya.
kritik membangun itu harus dan perlu, tapi harus sangat konstruktif dan logis tanpa MENGADA2 dan MENCARI2 KEBURUKANNYA saja.
julianawa wrote on May 25
ini emang film yang renyah kok, kemaren sempat aku tonton bareng istri di DVD. sebenarnya ceritanya sederhana aja, tapi.., itulah hebatnya hollywood mengemasnya jd enak ditonton. ringan dan segar. film indo ada beberapa yang hampir sempurna mengadopsi gaya hollywood seperti AADC, Nagabonar jd 2 dan jaelangkung 1. Dan kemudian hadir AAC yang malah sedemikian sempurna mengadopsi gaya film hollywood disamping memang krn ceritanya sendiri sudah kuat. Tapi emang dasar bangsa kita, kalo ada yang maju satu, rame2 ditimpukin supaya jatuh lagi...kapan mau maju??? yang aku maksud bukan kritik tapi celaan tanpa alasan dan terasa mengada2, tanpa sedikitpun melihat sisi baiknya.
kritik membangun itu harus dan perlu, tapi harus sangat konstruktif dan logis tanpa MENGADA2 dan MENCARI2 KEBURUKANNYA saja.
Iya mas, emang ACS ringan banget..

Di Indonesia memang masih susah nemuin film yang bercitarasa hollywood. Dan AAC sudah mendekati citarasa itu, dan memang bagus sih, saya percaya. Untuk kritik dan celaan, memang keduanya susah dibedain. Mungkin penyampaiannya aja yg membedakan keduanya. Klo aku melihat fenomena AAC lebih kepada jalan cerita nya saja, yang dr awal mengadopsi novel, maka jangan salahkan jika berharap menemukan jalan cerita ala novel disana. Tapi secara film, saya akui AAC memang diatas rata-rata kualitas film Indonesia akhir-akhir ini..
arisnugrohoyulianto wrote on May 27
ReviewReviewReview
maksudnya..biar ringan tapi bagus kok...renyah gitu
julianawa wrote on May 27
maksudnya..biar ringan tapi bagus kok...renyah gitu
seeeeep.. :p
rofie wrote on Jun 3
meski diledekin si sopi cengeng...tapi nonton fil kayak gini bisa bikin seger kok...ngerasa idup balik jadi optimis...serasa didunia mimpi..:)
julianawa wrote on Jun 3
Iyah bener.. Kadang kita juga perlu mimpi lohh..
Add a Comment
How would you rate this movie? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help