Prince Caspian GANTENG, hihihihi..
Tapi aku seneng juga ma Lucy, Edmund, en Aslan (ngingetin aku ma ludith). Well sabtu kmrn nonton Narnia, se teater penuh banget. Kebukti klo film model gtu emang disukai banyak orang. Dari anak-anak ampe orang tua.
Keseluruhan film, animasinya aku suka banget, terang dan bersih (ngga bikin sakit mata). Meskipun ditengah film ada insiden kecil (listrik mati, huhh..). Tapi toh ngga mengurangi serunya.
Film nya ringan, konflik nya sih kupikir biasa, dan kebaca banget. Ngga serumit Lord Off The Rings, ato Harry Potter. Di film ini musuh nya jelas, dan ngga berubah2, ngga ada prasangka. Yang jahat ya jahat, yang baek ya baek (ehh tapi ada satu yg baek dan jd jahat ding, cuman itu keluarnya bentar krn keburu ketauan).
Ceritanya, saat dikejar pasukan kerajaan Prince Caspian merasa terjepit, dia membunyikan terompet tanduk (ato apalah namanya), maka raja dan ratu terdahulu pun datang dari masa depan. Peter, Susan, Edmund dan si kecil Lucy yang memang masih muda, beradu peran dengan berang-berang; tikus; dan hewan lain yang bisa bicara. Ceritanya dongeng banget, dan asli menghibur. Animasi nya juga ngga ecek-ecek, artinya disana sangat menjunjung tinggi pikiran anak yang klo berkhayal tinggi-tinggi sekali.
Penyihir putih dr Narnia satu juga hadir. Hampir aja Prince Caspian kena hipnotisnya. Untung ngga jadi. Krn klo jadi, Narnia bisa diliputi salju kayak dulu.
Perang yang keren, dan strategi yg muncul dr otak-otak muda, juga jadi salah satu yg menarik disini. Mungkin sesekali yg muda emang harus mimpin, hihihi.. Dan terakhir, kemunculan Aslan yang memang adalah penguasa sejati dari Narnia, mengubah segalanya.
Ini sinopsis dari
http://21cineplex.com/movie.cfm?id=1863 Satu tahun berlalu sejak peristiwa "Singa, Penyihir, dan Jubah", para raja dan ratu Narnia kembali ke negri ajaib tersebut, dan sudah 1300 tahun berlalu di waktu negeri Narnia.
Selama ketidak-hadiran mereka, masa kejayaan Narnia lenyap, Narnia jatuh kedalam kekuasaan Telmarine dan dipimpin oleh Raja Miraz, yang memerintah tanpa belas kasihan. Keempat anak tersebut selanjutnya bertemu dengan karakter baru: yang berhak menguasai Narnia, Pangeran Caspian muda, yang bersembunyi untuk menghindari rencana pamannya, Miraz, berencana membunuhnya, agar keturunan Miraz naik tahta. Dengan bantuan manusia kerdil yang baik hati, tikus pemberani, seekor hewan tanah dan warga Narnia dipimpin oleh Peter dan Caspian, berangkat mencari Aslan, menyelamatkan Narnia dari tangan tiran Miraz, dan memulihkannya dari sihir serta merebut kembali kejayaan Narnia.
NB :
Ngga tau kenapa, aku selalu nyebut King Peter dengan panggilan King Edward, hee..
Ampe malu klo inget ceritaku di mall bakal didengerin ma org2, krn aku emang salah sebut, hahaha.. :D